KENDARI – Komandan Kodim (Dandim) Kendari, Kolonel Arm Danny A.P. Girsang, angkat bicara terkait kasus Persit berinisial WN yang kembali menjadi perbincangan publik.

Danny menegaskan bahwa pihaknya saat ini berupaya meredam situasi agar tidak semakin memanas di tengah masyarakat.

Ia juga mengimbau semua pihak untuk menahan diri dan tidak memperkeruh keadaan, serta bersama-sama mencari solusi terbaik atas persoalan tersebut.

Menurutnya, kasus yang kini kembali viral tersebut sebenarnya merupakan perkara lama yang terjadi sekitar dua tahun lalu.

Baca Juga:  Innalillahi, Bupati Bone Berduka, Kakak Kandung Tutup Usia

Prajurit yang terkait dalam kasus itu pun telah dijatuhi hukuman disiplin oleh Kodim 1417/Kendari pada awal tahun 2025.

“Permasalahan ini sudah pernah ditangani, bahkan yang bersangkutan telah menerima sanksi sesuai ketentuan,” ujar Danny.

Lebih lanjut, Kodim Kendari telah melakukan pendalaman untuk mengungkap akar persoalan dalam rumah tangga pasangan tersebut.

Dari hasil penelusuran, ditemukan indikasi adanya persoalan kepribadian dan kejiwaan dari pihak istri prajurit.

Danny juga mengungkapkan bahwa pihak perempuan sempat kembali melaporkan kasus yang sama ke Denpom Kendari.

Baca Juga:  Berkunjung ke Virtue Dragon, Pangdam Harap Perusahaan Berdayakan Masyarakat

Namun, hasil pemeriksaan tidak menemukan alat bukti yang cukup kuat untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

“Karena tidak cukup bukti, kasus ini kemudian dikembalikan ke satuan Kodim 1417/Kendari untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Dalam proses pendalaman lanjutan, pihak perempuan disebut meninggalkan suami dan tiga anaknya tanpa alasan yang jelas.

Ia juga diduga menelantarkan keluarganya hingga saat ini, bahkan menjual sejumlah barang dalam rumah tangga.

Tak hanya itu, terdapat pula indikasi bahwa yang bersangkutan menjalin hubungan dengan pria lain.

Baca Juga:  Pendiri Himpunan Perusahaan dan Pengusaha Wolo Representasi Pengusaha Perkuat Sektor Perekonomian Masyarakat

Danny menilai, ada kemungkinan motif lain di balik kembali mencuatnya kasus ini ke publik.

Meski demikian, pihaknya tetap mengedepankan penyelesaian secara bijak, dengan mempertimbangkan keutuhan keluarga sebagai prioritas.

“Kami berharap semua pihak dapat melihat persoalan ini secara jernih dan tidak memperkeruh suasana. Yang terpenting adalah mencari solusi terbaik,” tutupnya.