BONE – Dini hari belum sepenuhnya usai ketika sebuah kabar duka menyelimuti Desa Gona, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, Sulsel, pada Minggu (5/4/2026), sekitar pukul 01.30 WITA.
Keheningan kampung pecah oleh peristiwa yang tak pernah diharapkan siapa pun—seorang warga ditemukan tergeletak bersimbah darah di area semak-semak.
Suardi alias Ondang (38), warga Dusun Kading, Gona, malam itu baru saja menghadiri acara akikah tak jauh dari rumahnya.
Seperti warga lain yang larut dalam suasana kebersamaan, ia kemudian beranjak sejenak menuju area semak-semak untuk buang air kecil.
Namun langkah sederhana itu justru membawanya pada pertemuan yang mengubah segalanya.
Di tempat yang gelap dan sunyi, Suardi berpapasan dengan MT alias Mus (26), seorang petani yang juga tinggal di desa yang sama.
Keduanya diketahui memiliki riwayat persoalan pribadi. Malam itu, jarak yang sempit dan waktu yang tak tepat seolah membuka kembali luka lama.
Tanpa banyak interaksi, situasi berubah cepat. Pelaku diduga lebih dulu melayangkan pukulan dengan tangan kosong.
Tak berhenti di situ, ia kemudian menghunus badik—senjata tradisional yang kerap menjadi simbol keberanian, namun dalam sekejap berubah menjadi alat mematikan. Satu tikaman diarahkan ke dada kiri korban.
Suardi roboh. Sementara pelaku meninggalkan lokasi, membaur dengan gelapnya malam.
Warga yang menemukan korban dalam kondisi kritis segera berupaya memberikan pertolongan. Ia dilarikan ke Puskesmas Kajuara, namun takdir berkata lain. Nyawanya tidak tertolong.
Peristiwa ini segera dilaporkan ke pihak kepolisian. Aparat dari Sat Reskrim Polres Bone bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
Tak berselang lama, tim gabungan Unit Resmob berhasil menangkap pelaku di wilayah Desa Gona, beserta barang bukti berupa satu bilah badik lengkap dengan sarungnya.
Kini, pelaku telah berada di Mapolres Bone untuk menjalani proses hukum.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bone, AKP Alvin Aji K, membenarkan penangkapan tersebut.
Ia menyebut, pihaknya masih terus mendalami kasus ini, termasuk menggali lebih jauh motif di balik aksi kekerasan tersebut.
Namun dari hasil penyelidikan awal, peristiwa berdarah ini diduga dipicu oleh persoalan pribadi yang belum usai.
Rasa sakit hati dan dendam lama disebut-sebut menjadi latar belakang, terkait dugaan hubungan terlarang antara korban dan istri pelaku di masa lalu. (**)

Tim Redaksi