TEROBOS.ID – Arus mudik di Sulawesi Tenggara tahun ini tak luput dari perhatian langsung Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka.

Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat, ia memilih hadir langsung di titik krusial penyeberangan, memastikan perjalanan warga berlangsung aman dan terkendali.

Rabu (18/3/2026), suasana di Pelabuhan Amolengo dan Pelabuhan Torobulu, Konawe Selatan, tampak lebih sibuk dari biasanya.

Bersama jajaran Forkopimda, Gubernur menyisir setiap sudut pelabuhan, memantau langsung denyut arus mudik yang terus mengalir.

Baca Juga:  Deklarasikan Diri, Eks Pangdam XIV Hasanuddin Siap Maju di Pilgub Sultra

Tak sekadar meninjau, ia juga melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kesiapan layanan.

Mulai dari kehadiran petugas kesehatan, kesiapan posko pelayanan, hingga pengaturan jadwal dan kapasitas kapal penyeberangan menjadi fokus utama.

Baginya, kelancaran mudik tak boleh mengorbankan keselamatan.

“Keselamatan itu nomor satu, jangan hanya mengejar aspek ekonomi,” tegasnya dengan nada serius.

Di sela peninjauan, Gubernur menyempatkan diri berdialog dengan para pemudik. Ia mendengar langsung cerita, harapan, hingga keluhan yang mereka rasakan.

Interaksi itu menjadi gambaran nyata bagaimana kebijakan di lapangan berdampak langsung pada masyarakat.

Baca Juga:  Operasi Ketupat 2022 Selesai, Kapolres Bone: Aman dan Lancar

Dari hasil pemantauan, arus mudik tahun ini tercatat meningkat sekitar 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Lonjakan ini direspons Pemerintah Provinsi Sultra dengan menghadirkan program mudik gratis di dua pelabuhan tersebut, menyediakan sekitar 10 ribu tiket bagi masyarakat.

Meski secara umum situasi terpantau lancar, tantangan tetap ada. Keterbatasan armada penyeberangan masih menjadi persoalan klasik, memicu antrean panjang hingga berjam-jam.

“Untuk saat ini arus mudik berjalan lancar. Namun keterbatasan armada masih menyebabkan antrean. Ini akan kita evaluasi, dan ke depan jumlah armada akan kita tambah,” tutupnya.

Baca Juga:  Pemkot Kendari Bersama Basarnas Kendari Serahkan Penghargaan Kepada Nelayan

Langkah cepat dan kehadiran langsung di lapangan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah tak ingin sekadar menjadi pengamat, melainkan hadir sebagai pengawal perjalanan aman bagi setiap warga yang rindu pulang ke kampung halaman. (**)