BONE, TEROBOS ID – Klaim ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) yang disebut aman berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan. Di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, antrean panjang justru menjadi pemandangan harian di sejumlah SPBU, Sabtu (4/4/2026).

Selama beberapa pekan terakhir, warga terus dihadapkan pada situasi yang sama, yakni mengantre berjam-jam demi mendapatkan BBM.

Dalam antrean tersebut, tidak semua berjalan lancar. Warga kerap tidak kebagian karena stok sudah habis sebelum waktu operasional SPBU berakhir.

Baca Juga:  Kasus Narkoba di Bone Meningkat, Ini Jumlah Tersangka

“Biasanya tidak sampai sore, stok sudah habis,” ungkap salah seorang pengendara.

Bahkan, tidak sedikit pengendara yang memilih bermalam di area SPBU agar tidak kehabisan saat pengisian dibuka.

“Setiap hari antre, tapi dibilang aman. Kami bingung, ini sebenarnya masalahnya di mana?” tambahnya.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait distribusi dan pengawasan penyaluran BBM di wilayah tersebut.

Pasalnya, pernyataan stok aman sebelumnya telah disampaikan pihak Pertamina kepada Bupati Bone saat pertemuan dengan Sales Branch Manager (SBM) Sulselbar II Fuel PT Pertamina Patra Niaga, disertai imbauan agar masyarakat tidak panik.

Baca Juga:  Galeri Foto Klub Sepakbola Indonesia Persija Jakarta

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh anggota DPRD Bone serta pihak Polres Bone setelah melakukan pengecekan di sejumlah SPBU.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan antrean panjang masih terus terjadi hampir setiap hari. Situasi ini dinilai tidak wajar jika pasokan BBM memang dalam kondisi cukup.

“Kalau stok aman, seharusnya tidak seperti ini setiap hari,” ujar warga lainnya.

Fenomena ini memperkuat dorongan masyarakat agar pengawasan terhadap distribusi dan penyaluran BBM diperketat, termasuk menelusuri kemungkinan adanya praktik yang memanfaatkan situasi.

Baca Juga:  Usai Ikuti Diklat, GMBI Distrik Lamsel Siap Jalankan Amanah

“Kami berharap ada penindakan tegas kalau memang ada oknum yang bermain. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan seperti ini,” tegas seorang warga.

Kondisi yang terus berulang tanpa kejelasan ini dikhawatirkan akan semakin menggerus kepercayaan masyarakat. Tanpa pengawasan ketat dan tindakan nyata, persoalan antrean BBM di Bone berpotensi terus menjadi masalah yang berulang tanpa solusi yang jelas.