MANADO – Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya pada Kamis (2/4/2026) pagi, sekira pukul 06.48 WITA.

Guncangan hebat ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan sejumlah bangunan di Kota Manado mengalami kerusakan serius.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut pada kedalaman 62 kilometer, berjarak sekitar 129 km arah Tenggara Kota Bitung.

Laporan sementara mengonfirmasi satu korban jiwa di Kota Manado. Korban diidentifikasi sebagai Deice Lahia (69), warga yang sedang berada di sekitar kawasan KONI Sario.

Baca Juga:  Diduga Gangguan Jiwa, Seorang Pria di Bone Tewas Gantung Diri

Korban dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa material bangunan yang runtuh saat guncangan terjadi.

“Satu korban meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan di area gedung KONI,” ujar salah satu petugas evakuasi di lapangan.

Guncangan yang berlangsung selama kurang lebih dua menit ini menyebabkan kerusakan pada ornamen dan dinding gedung di Kompleks Lapangan KONI Manado serta beberapa fasilitas umum lainnya.

Warga di pesisir pantai sempat panik dan melarikan diri ke dataran tinggi setelah BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami.

Baca Juga:  Diduga Depresi, Ibu Hamil Tewas Gantung Diri

Sejauh ini, alat pemantau level air laut (tide gauge) di Minahasa Utara sempat mendeteksi kenaikan air laut setinggi 0,75 meter. Namun, tak lama kemudian status peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir.

Imbauan BMKG

Kepala Stasiun Geofisika Manado mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan.

Warga diminta menghindari bangunan yang sudah retak atau terlihat tidak kokoh akibat guncangan utama.

Hingga berita ini diturunkan, petugas BPBD masih melakukan pendataan dampak kerusakan di seluruh wilayah Sulawesi Utara.(**)

Baca Juga:  Nyasar Saat Cari Sayur, Warga Kolaka Temukan Kerangka Manusia