BONE, TEROBOS.IDProyek untuk foto rapor sekolah sudah berjalan. Namun beberapa penyedia jasa tukang fotografer di Kabupaten Bone harus gigit jari.

Hal itu lantaran tidak kebagian jatah lahan karena diduga sudah diatur oleh oknum anggota DPRD Bone.

Burhan, salah satu tukang fotograger di Bone mengeluh persaingan tidak sehat ini.

Bagaimana tidak, dirinya selalu mengajak kerjasama kepala sekolah, namun tidak diberi ruang karena dihandel oleh pihak Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan masing-masing.

Baca Juga:  ASN Diskominfo Bone Ikrarkan Netralitas Pada Pemilu 2024  

Burhan menyebutkan, semestinya semua sekolah diberikan ruang kebebasan untuk mencari tukang foto yang dikehendaki.

“Karena biaya foto itu menggunakan dana bos. Jangan disabotase begini. Ini namanya persaingan tidak sehat karena ada oknum yang mengatur semua ini,” kata Burhan kepada awak media, Kamis (1/8/2024).

Ia pun mengaku sudah menawarkan jasa ke pihak sekolah, namun pihak sekolah menyebut jika proyek foto rapor dikoordinir oleh K3S.

“Sementara K3S yang ditanyai, katanya dikoordinir sama wakil ketua DPRD Bone Indra Jaya, dan Kadis Pendidikan. Ini mana yang benar dan siapa yang bohong,” kesal Burhan.

Baca Juga:  Aksi Panggung Geisha Pukau Ribuan Pengunjung Pameran di Bone

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Bone, Andi Fajaruddin yang dikonfirmasi, mengaku tidak tahu menahu soal itu.

Bahkan Andi Fajaruddin menyebutkan, jika pihaknya tidak mencampuri urusan jasa tukang fotografer tersebut.

“Silakan tanya K3Snya karena dia yang koordinir itu. Dinas Pendidikan tidak mencampuri hal itu,” tegasnya.

Salah satu K3S di Kabupaten Bone menyebut jika jasa tukang fotografer yang masuk di wilayahnya harus melalui rekomendasi dari Wakil Ketua DPRD Bone Indra Jaya.

Iyye ndi. Kalau di sini rekomendasi dari Indra Jaya. Sudah empat tahun mi disini,” kata ketua K3S Kecamatan Sibulue, Suardi, via WhatsApp.

Baca Juga:  Berikut Olahraga yang Bisa Dilakukan Saat Berpuasa Agar Kondisi Tubuh Tetap Fit

Membantah

Wakil Ketua DPRD Bone, Indra Jaya yang dikonfirmasi membantah pernyataan ketua K3S Kecamatan Sibulue tersebut.

Ndak benar itu ndi,” kata politisi partai Demokrat, Indra Jaya melalui via WhatsApp, Kamis (1/8/2024). (**)