TEROBOS. ID — Memasuki hari ketiga operasi pencarian dan pertolongan, fokus utama tim SAR gabungan diarahkan pada upaya evakuasi jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang telah ditemukan di titik lokasi jatuhnya pesawat.

Bangkai pesawat berada di kawasan Gunung Bulusaraung, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, pada ketinggian sekitar 1.353 meter di atas permukaan laut, dengan medan pegunungan yang terjal, curam, serta cuaca yang kerap berubah ekstrem.

Di tengah kondisi alam yang menantang tersebut, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko turun langsung ke lokasi untuk mengecek kesiapan proses pencarian dan evakuasi korban, pada Senin (19/1/2026).

Baca Juga:  Panglima Kodam Hasanuddin Uji Kelaikan Kapal RIB

Kehadiran Pangdam menjadi penegasan nyata komitmen TNI dalam mendukung misi kemanusiaan, sekaligus memberi semangat bagi seluruh personel yang berjibaku di medan berat.

Mayjen TNI Bangun Nawoko mengungkapkan, sebanyak 10 personel SAR terpaksa bermalam di sekitar lokasi kejadian guna menjaga jenazah korban, setelah upaya evakuasi pada hari kedua belum dapat dilaksanakan.

Proses evakuasi sempat berlangsung hampir lima jam, namun harus dihentikan akibat cuaca buruk, keterbatasan waktu, serta jarak pandang yang semakin menurun.

Baca Juga:  Jelang HJB, Bupati Bone Serahkan Benda Pusaka Kerajaan ke Pangdam Hasanuddin

Ia menegaskan, operasi pencarian dan evakuasi ini bukan sekadar pelaksanaan tugas rutin, melainkan panggilan kemanusiaan yang menuntut dedikasi, empati, dan tanggung jawab penuh dari seluruh pihak yang terlibat.

“Ini adalah tugas mulia. Keluarga korban yang mungkin berada di Makassar, mungkin juga di kampung halaman mereka, detik demi detik, waktu demi waktu, menunggu kabar dari kita,” tegas Pangdam, dengan nada penuh keprihatinan. (**)