KENDARI – Himpunan Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa Kota (HIPPMAKOT) Kendari resmi terbentuk pada Minggu (5/7/2026).
Organisasi ini hadir sebagai wadah berhimpun generasi muda Kota Kendari, sekaligus menyatakan siap menjadi mitra kritis pemerintah dalam mengawal pembangunan daerah.
Dalam pernyataan perdananya, jajaran pengurus HIPPMAKOT menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah Kota Kendari, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan.
Di bidang pendidikan, HIPPMAKOT menilai masih terdapat berbagai pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi. Mulai dari pemerataan akses beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa berprestasi maupun yang berasal dari keluarga kurang mampu, penyediaan asrama mahasiswa yang layak, hingga peningkatan dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia.
Menurut HIPPMAKOT, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas generasi muda dan daya saing daerah di masa depan.
Selain itu, organisasi tersebut juga menaruh perhatian pada persoalan kesehatan masyarakat. HIPPMAKOT meminta pemerintah memperkuat upaya pencegahan dan penanganan penyakit menular seperti HIV, Demam Berdarah Dengue (DBD), dan Tuberkulosis (TBC).
Langkah tersebut dinilai perlu dilakukan melalui peningkatan edukasi kepada masyarakat, penguatan layanan kesehatan, serta deteksi dini dan pengobatan yang lebih efektif agar angka penyebaran penyakit dapat ditekan.
Ketua Umum HIPPMAKOT Kendari, Muhammad Dzuljalli Wal Ikhram, menegaskan organisasinya tidak hadir untuk menjadi oposisi pemerintah. Sebaliknya, HIPPMAKOT ingin menjadi mitra yang mampu memberikan kritik yang konstruktif sekaligus menawarkan solusi.
«”Kami hadir bukan untuk mencari kesalahan pemerintah, tetapi untuk menjadi mitra yang mampu memberikan kritik, masukan, serta solusi demi kemajuan Kota Kendari. Kami berharap pemerintah dapat membuka ruang dialog dengan seluruh elemen masyarakat agar setiap kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.»
Ia menambahkan, persoalan kesehatan maupun pendidikan tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah semata. Menurutnya, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, dan organisasi kepemudaan agar program pembangunan berjalan lebih efektif.
HIPPMAKOT juga mengajak seluruh pemuda, pelajar, dan mahasiswa asal Kota Kendari untuk terlibat aktif mengawal pembangunan melalui gagasan, kajian, hingga kegiatan sosial yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Melalui pembentukan organisasi ini, HIPPMAKOT berharap dapat menjadi jembatan antara pemerintah dan generasi muda, sehingga tercipta sinergi dalam mewujudkan Kota Kendari yang lebih maju, berdaya saing, serta memiliki kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan yang semakin baik.

Tim Redaksi