BONE, TEROBOS.ID – Polemik terkait kewajiban membayar iuran perpisahan atau wisata yang dikeluhkan sejumlah orang tua murid kelas VI SD Inpres 12/79 Macanang, kecamatan Tanete Riattang Barat, kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), mendapat atensi pihak sekolah maupun komite.

Sebelumnya, iuran tersebut dikeluhkan lantaran ikut tak ikut di kegiatan tersebut, murid tetap diwajibkan membayar.

Kewajiban membayar 300 ribu dan Rp 400 ribu bagi murid yang didampingi orang tua atau wali.

Persoalan kewajiban membayar iuran perpisahan, atau wisata tersebut mendapat sanggahan dari pihak sekolah maupun komite.

Guna meluruskan persoalan itu, pihak sekolah maupun komite menggelar pertemuan bersama orang tua murid, Senin (03/06/2024) pagi.

Baca Juga:  Sukseskan UKW Gratis Dewan Pers, PWO Dwipa Gandeng MZK Institute Gelar Bimbingan UKW

Kepala sekolah SD Inpres 12/76 Macanang, Andi Akbar menegaskan, kegiatan wisata yang direncanakan di pantai Bira itu tidak ada unsur paksaan dan tekanan maupun kewajiban mengenai pungutan atau iuran bagi murid yang tidak ikut berangkat.

“Di pertemuan tadi disampaikan kalau tidak ada unsur paksaan atau pun tekanan bagi yang tidak ikut wisata,” jelas Akbar.

“Bagi yang mau ikut silahkan, bagi yang tidak ikut tidak masalah dan tidak ada istilah kewajiban untuk iuran,” lanjutnya.

Akbar menjelaskan, soal pungutan atau iuran wisata yang dimintai orang tua murid. Baginya itu adalah sebuah kontribusi untuk kegiatan wisata.

Baca Juga:  Lomba MFQ, Tim Putra Tuan Rumah Kandas di Babak Penyisihan

“Kontribusi itu juga mereka nikmati sendiri untuk transportasi hingga makan di sana,” katanya.

Ketua komite Ahrianto Mappangara mengatakan, komite siap membantu murid yang ingin berangkat wisata bagi yang tidak mampu atau tidak punya uang.

Dirinya juga meminta kepada para orang tua yang tidak jadi berangkat agar segera melaporkan ke pihaknya.

“Khusus yang kurang mampu kalau mau berangkat pihak komite yang bantu, kalau perlu saya pakai uang pribadi,” tegasnya.

“Ada juga orang tua murid yang tidak berangkat namun siap membantu bagi yang ingin berangkat namun tak mampu bayar,” sambungnya.

Baca Juga:  Kementerian Pertanian dan DPR RI Gelar Bimtek di Bone, AAP: Saya Minta Jatah Pupuk Ditambah

Sebagai ketua komite, Ahrianto juga mengaku siap mengembalikan uang para orang tua murid yang sudah terlanjur membayar, namun tidak jadi berangkat karena alasan tertentu.

Kebijakan yang sebelumnya dikeluhkan, diganti dengan kebijakan baru yang lebih baik.

Hal itu pun diapresiasi orang tua murid termasuk inisial S dan Y.

Menurutnya, kebijakan tersebut sangat memuaskan karena tidak ada lagi perasaan was-was baginya.

“Saya puas dengan keputusan tadi, kebijakan baru ini sangat bagus dan patut diapresiasi,” ujar Y begitupun dengan S.

Berita sebelumnya

https:/2024/06/pungutan-uang-perpisahan-sd-di-bone-rp-400-ribu-orang-tua-murid-mengeluh.html