MALUKU UTARA, TEROBOS.ID – Atas insiden terbakarnya kapal motor (KM) Karya Indah rute Ternate – Sanana, pada Sabtu (29/5/2021) pagi, Bupati Kepulauan Sula dan DPRD diminta menemui para korban.
Hal itu karena setelah peristiwa naas tersebut, Bupati dan wakil Bupati serta DPRD dinilai terkesan diam.
Sebagaimana dikatakan salah seorang akademisi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Ternate, Amanah Upara.
“Menurut informasi dari masyarakat, belum ada bupati dan wakil bupati maupun ketua dan anggota DPRD Sula dan DPRD Malut yang menjenguk para korban yang dirawat di posko evakuasi dan rumah sakit,” kata Amanah, yang juga dosen fisip UMMU tersebut, Minggu (30/5/2021).
Putera asal Kepulauan Sula itu juga berharap, agar sekiranya Pemda dan DPRD menjeguk korban dan memberikan bantuan.
Amanah juga berharap agar peristiwa kecelakaan kapal tersebut, dijadikan evaluasi untuk pihak-pihak terkait.
“Tujuannya, agar seluruh kapal penumpang yang rute ke Sula harus benar-benar layak untuk beroperasi. Jika (kapal) tidak layak tidak boleh diizinkan untuk beroperasi, guna menghindari kecelakaan seperti kapal Karya Indah,” ujarnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, KM Karya Indah yang berlayar dari Pelabuhan Ahmad Yani, Ternate, mengalami insiden di Perairan Limafatola, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, yang jaraknya sekitar 1 jam lagi dari pelabuhan tujuan di Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula.
Tim Rescue Unit Siaga SAR Sanana menyebutkan, sesuai daftar manifest terdapat 181 orang penumpang di kapal tersebut.
“Sesuai yang tercatat dalam daftar manifes penumpang sebanyak 181 orang,” kata Fadli M Malagapi, Koordinator Unit Siaga SAR Sanana yang dihubungi Terobos.id, Sabtu (29/5/2021).
Tim Redaksi