BONE, TEROBOS.ID Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS, Andi Akmal Pasluddin (AAP) bersama Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian menggelar bimbingan teknis (bimtek) di kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), untuk meningkatkan nilai tambah, dan daya saing di sektor pertanian.

Kegiatan tersebut digelar di Hotel Helios, Watampone, Kamis (8/2/2024), dihadiri ratusan peserta yang terdiri kelompok tani dan petani milenial.

Di hadapan peserta bimtek, Andi Akmal Pasluddin menyampaikan jika dirinya akan terus berkomitmen untuk memperjuangkan hak masyarakat, terutama kaum tani.

Apalagi menurut Ketua umum Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Provinsi Sulawesi Selatan itu, sektor penopang utama ekonomi masyarakat Sulsel khususnya di Kabupaten Bone adanya di pertanian, perkebunan, peternakan, dan kelautan serta perikanan yang tentunya ditunjang wilayah yang sangat luas.

Baca Juga:  Terpilih Aklamasi, CEO PT Radhika Group Indonesia Nahkodai Kadin Bombana

“Kenapa saya tidak pindah komisi, karena ini komitmen saya sebagai wakil rakyat yang tentu ingin tetap berkontribusi banyak untuk masyarakat. Bukan sekadar datang, duduk, diam, duit. Tetapi ada kontribusi, sehingga masyarakat merasa bahwa ada gunanya (merasakan manfaat) memilih wakil rakyat,” tegasnya seraya diikuti riuh tepuk tangan dari ratusan peserta bimtek yang hadir.

Olehnya itu, legislator Sulawesi Selatan II itu berharap kepada Kementerian dan Dinas Pertanian agar para petani dimasukkan di RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani) agar memudahkan mendapatkan pendistribusian pupuk subsidi.

Baca Juga:  Dihadiri Pengurus DPW, DPD Partai Gelora Kabupaten Bone Gelar Konsolidasi

“Insya Allah, kita kawal. Jadi kalau ada nanti petani tidak masuk RDKK, kita buatkan nanti pos pengaduan dan saya akan kawal ini,” ujarnya.

Tak hanya itu, agar produksi para petani meningkat, Andi Akmal berharap jatah pupuk juga ditingkatkan agar nantinya para petani tidak lagi kekurangan pupuk.

“Saya minta itu jatahnya petani perhektarnya (ditambah) minimal tujuh sampai sembilan zak,” kata Andi Akmal.

Durasi Hujan Diprediksi Lebih Singkat

Sementara itu, perwakilan Direktur Jenderal (Diitjen) Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Lilik Retnowati, menyebutkan jika fokus dari kegiatan tersebut dalam rangka kesejahteraan pangan yang merupakan target Kementerian Pertanian, khususnya padi dan jagung.

Baca Juga:  135 Anggota PPK Resmi Dilantik untuk Pilkada Bone 2024

“Jadi untuk peningkatan produksi padi dan jagung dengan mengajarkan bagaimana petani bisa menggunakan pupuk yang baik, serta bagaimana mencegah serangan hama terhadap tanaman, dan penggunaan pestisida ramah lingkungan,” jelas Lilik.

Lilik juga menyampaikan bahwa target peningkatan produksi pangan di tahun ini memiliki sejumlah ancaman, salah satunya kekeringan, karena durasi musim hujan di tahun ini diperkirakan akan lebih pendek.

“Maka dari itu petani perlu diajari, meskipun musim hujan pendek bisa dua kali panen dalam setahun,” imbuhnya. (*)