PANGANDARAN – Indonesia Cycling Federation (ICF) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Meski mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Balap Sepeda di Pangandaran dengan biaya mandiri, kontingen Sultra sukses membawa pulang satu medali emas dan tiga medali perak.

Prestasi tersebut dipersembahkan oleh dua atlet putri andalan Sultra, yakni Michyko dan Mutiah, yang mampu bersaing dengan para pesepeda terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia.

Michyko tampil sebagai bintang kontingen Sultra setelah meraih medali emas pada nomor Individual Road Race (IRR) Women Junior B. Tak hanya itu, ia juga menambah koleksi medali dengan merebut perak pada nomor Individual Time Trial (ITT) Women Junior B.

Baca Juga:  Cegah Covid-19, Satbinmas Polres Enrekang Keliling Imbau Warga

Sementara itu, Mutiah turut menyumbangkan dua medali perak masing-masing pada nomor Individual Road Race (IRR) Women Youth B dan Individual Time Trial (ITT) Women Youth B.

Capaian tersebut menjadi catatan istimewa karena seluruh proses keberangkatan hingga mengikuti kompetisi dilakukan secara mandiri tanpa dukungan anggaran resmi.

Selama kejuaraan berlangsung, para atlet mendapat pendampingan langsung dari Ketua ICF Sulawesi Tenggara Muh Miradz, Sekretaris ICF Sultra Yufi, Ketua ICF Kolaka Utara Arbain, Ketua ICF Konawe dr. Agus, serta para orang tua atlet yang memberikan dukungan penuh.

Ketua ICF Sultra, Muh Miradz, mengaku bangga atas perjuangan para atlet yang berhasil mengharumkan nama Sulawesi Tenggara di panggung nasional.

“Alhamdulillah, atlet-atlet kita mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya dan bersaing dengan atlet-atlet terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia. Prestasi ini merupakan hasil kerja keras atlet, pelatih, pengurus, serta dukungan luar biasa dari para orang tua atlet,” ujarnya.

Baca Juga:  Tak Ada Pesaing, Anton Timbang Melenggang di Bursa Ketua Kadin Sultra

Menurut Miradz, hasil yang diraih di Pangandaran menjadi bukti bahwa balap sepeda Sulawesi Tenggara memiliki potensi besar untuk berkembang dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi.

Ia menegaskan, pencapaian di Kejurnas ini juga menjadi langkah awal dalam mempersiapkan atlet menghadapi ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

“Prestasi yang telah kami buktikan di Kejurnas ini, kami berharap pemerintah dapat melihat bahwa balap sepeda Sulawesi Tenggara memiliki potensi besar dan layak mendapatkan perhatian yang lebih serius,” katanya.

Baca Juga:  Bahas Rakerda, DPD Legend Kiwal Garuda Hitam Bone Gelar Bukber dan Silaturahmi

Miradz berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, KONI Sultra, dan seluruh pemangku kepentingan dapat memberikan dukungan lebih besar terhadap pembinaan atlet, penyediaan fasilitas latihan, hingga bantuan keikutsertaan dalam berbagai kejuaraan.

“Prestasi ini adalah pembuktian bahwa atlet Sulawesi Tenggara mampu bersaing di tingkat nasional. Dengan dukungan yang memadai, kami optimistis akan lahir lebih banyak atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Sulawesi Tenggara bahkan Indonesia di masa mendatang,” tambahnya.

Keberhasilan ICF Sultra membawa pulang empat medali dari Pangandaran diharapkan menjadi momentum kebangkitan olahraga balap sepeda di Sulawesi Tenggara sekaligus memotivasi generasi muda untuk menekuni olahraga yang menuntut disiplin, kerja keras, dan semangat juang tinggi.