BONE – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, masih kerap terlihat. Khususnya kendaraan pengguna Solar subsidi, antrean bahkan mengular hingga ratusan meter.

Sebelumnya, pembelian BBM subsidi menggunakan jeriken menjadi salah satu sorotan.

Pemerintah Kabupaten Bone pun membentuk Satgas BBM Bersubsidi Merah Putih pada 24 Agustus 2026 untuk mengawasi pendistribusian BBM subsidi di 22 SPBU.

Pengawasan terhadap pembelian BBM menggunakan jeriken diperketat. Pemkab Bone juga mencabut seluruh surat rekomendasi lama pembelian Bio Solar dan menerapkan prosedur baru mulai 1 September 2026.

Baca Juga:  Diduga Dihantam Angin Kencang, Petani Rumput Laut di Bone Dikabarkan Hilang

Namun, informasi yang dihimpun menyebut para pemain Solar subsidi diduga tak kehabisan cara.

Habis jeriken, terbitlah pa’sedot.

Pa’sedot merupakan istilah yang digunakan untuk memindahkan Solar dari tangki kendaraan ke jeriken. BBM subsidi yang telah diisi ke kendaraan kemudian diduga disedot untuk dikumpulkan sebelum diperjualbelikan kembali.

Kendaraan yang diduga digunakan dalam praktik tersebut disebut didominasi dump truk, minibus, pikap dan lainnya. Bahkan, ada dugaan kendaraan tertentu melakukan pengisian Solar subsidi secara berulang di beberapa SPBU.

Baca Juga:  Satlantas Polres Bone Siaga di Musim Hujan Amankan TPS Pilkada

Dengan pengawasan ketat terhadap pengisian jeriken, praktik pa’sedot diduga menjadi modus lain yang digunakan dalam pelangsiran Solar subsidi.

Kondisi ini tentu menjadi perhatian bagi Satgas BBM Bersubsidi Merah Putih dan pihak terkait untuk menelusuri dugaan praktik tersebut, termasuk kendaraan yang melakukan pengisian berulang di sejumlah SPBU.

Salah seorang warga, Andi Adry, berharap pengawasan terhadap distribusi Solar subsidi di sejumlah SPBU di Bone dapat diperketat.

“Jangan hanya pengambilan menggunakan jeriken yang diawasi. Kendaraan yang diduga melakukan pengisian berulang juga perlu diperiksa. Kalau memang ada praktik pa’sedot, tentu harus ditindak agar Solar subsidi benar-benar tepat sasaran,” kata Andi Adry, Sabtu (12/09/2026).

Baca Juga:  Innalillahi, Petani di Bone Tewas Tersambar Petir Saat Menuju Sawah