GOWA, TEROBOS.ID – Kabar gembira datang dari wilayah dataran tinggi Kabupaten Gowa. Setelah didera kekeringan ekstrem selama lebih dari 60 hari, kawasan wisata Malino di Kecamatan Tinggimoncong akhirnya kembali diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, Jumat sore (23/10/2026) sekitar pukul 15.00 WITA.

Hujan deras yang berlangsung selama kurang lebih satu jam ini disambut penuh rasa syukur oleh warga setempat maupun para wisatawan.

Pasalnya, wilayah pegunungan populer di Sulawesi Selatan ini sebelumnya sempat dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk di kawasan hutan pinus, yang memicu polusi kabut asap dan penurunan kualitas udara.

Baca Juga:  Desa Puuroda Wakili Kolaka Lomba Kampung Keluarga Berkualitas Tingkat Sultra

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar, hujan ini menjadi penanda berakhirnya masa tanpa hujan yang cukup panjang di wilayah tersebut.

Meski begitu, radar cuaca mendeteksi curah hujan belum sepenuhnya merata. Untuk saat ini, intensitas hujan baru terkonsentrasi di zona dataran tinggi tiga kabupaten, yakni Gowa, Maros, dan Pangkep.

Prakirawan BMKG Makassar menjelaskan bahwa fenomena hujan ini dipicu oleh pembentukan awan signifikan di wilayah perairan yang kemudian bergerak ke daratan akibat hembusan angin.

Baca Juga:  Bupati Alor Marah-marah Soal Bantuan, Mensos Angkat Bicara

Ketika massa awan tersebut membentur topografi pegunungan yang tinggi, terjadi proses kondensasi cepat yang memicu luruhnya hujan lebat di kawasan tersebut.

Meski membawa kesejukan dan menyiram sisa-sisa titik api karhutla, pihak berwenang mengimbau masyarakat dan pengendara yang melintas di jalur poros Gowa-Malino untuk tetap waspada terhadap potensi jalan licin dan jarak pandang yang berkurang akibat kabut pasca-hujan. (*)