TEROBOS.ID — Sosok Welem Sambolangi, politisi Partai Golkar yang menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mamasa, terus mendapat perhatian dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa dan pemuda. Figur yang dikenal ramah dan bersahaja itu dinilai memiliki kedekatan tersendiri dengan kalangan aktivis, khususnya kader dan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Bagi sebagian kalangan HMI, Welem Sambolangi bukan sekadar figur publik atau politisi lokal. Ia dipandang sebagai sosok yang terbuka terhadap perbedaan pandangan, bersedia mendengarkan gagasan kritis, serta memberi ruang bagi dialog lintas kelompok.

Di tengah dinamika politik dan keberagaman masyarakat Mamasa, keterbukaan seorang pemimpin terhadap aspirasi generasi muda dinilai menjadi salah satu modal penting untuk membangun komunikasi yang konstruktif antara tokoh politik dan kelompok pergerakan mahasiswa.

Dinilai Inklusif dan Terbuka terhadap Kritik

Sejumlah aktivis HMI menilai, sikap terbuka dan pendekatan yang mengedepankan kebersamaan menjadi salah satu hal yang menonjol dari sosok Welem Sambolangi.

Baca Juga:  Kemarau Panjang, Pj Bupati Bone Diikuti Ratusan Masyarakat Gelar Shalat Istisqa

Di tengah keberagaman latar belakang sosial, budaya, agama, dan organisasi, keterbukaan terhadap dialog dinilai penting untuk menjaga hubungan yang harmonis serta memperkuat semangat persatuan di tengah masyarakat.

“Pak Welem adalah sosok yang sangat terbuka terhadap pemuda dan mahasiswa. Beliau selalu mau mendengar aspirasi, kritik, dan gagasan dari teman-teman aktivis HMI tanpa sekat,” ujar Hidayat Tumpang, salah satu alumni Pengurus Besar HMI sekaligus putra Pitu Ulunna Salu, saat ditemui, Rabu (21/10/2026).

Menurut Hidayat, kesediaan seorang tokoh untuk duduk bersama mahasiswa dan mendengarkan berbagai pandangan merupakan hal penting dalam membangun komunikasi yang sehat antara pemimpin dan generasi muda.

Sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mamasa, keterbukaan terhadap aspirasi pemuda juga menjadi bagian penting dalam membangun hubungan antara kekuatan politik dan masyarakat. Dialog yang terjalin diharapkan tidak berhenti pada komunikasi personal, tetapi turut membuka ruang bagi pertukaran gagasan mengenai persoalan daerah.

Baca Juga:  Panglima Kodam Hasanuddin Uji Kelaikan Kapal RIB

Sikap bersahaja dan kesediaan mendengarkan pandangan berbeda dinilai dapat menciptakan ruang komunikasi yang lebih cair, sehingga mahasiswa dan pemuda leluasa menyampaikan aspirasi maupun kritik secara konstruktif.

Perhatian terhadap Pemuda dan Kemajuan Daerah

Kedekatan dengan kalangan mahasiswa tidak hanya diukur dari komunikasi yang terjalin, tetapi juga dari perhatian terhadap isu-isu strategis yang menyangkut masa depan generasi muda dan pembangunan daerah.

Pendidikan, pemberdayaan pemuda, serta pemerataan pembangunan merupakan sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian dan keterlibatan berbagai pihak, termasuk tokoh politik dan kelompok pergerakan mahasiswa.

Dalam konteks tersebut, komunikasi antara Welem Sambolangi dan kalangan aktivis HMI diharapkan dapat menjadi ruang pertukaran gagasan yang produktif. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai kelompok yang menyampaikan kritik, tetapi juga dapat berkontribusi melalui pemikiran dan gagasan untuk mendorong kemajuan daerah.

Bagi kalangan pergerakan mahasiswa, keterbukaan terhadap kritik dan perbedaan pendapat merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi. Kritik tidak semestinya dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai masukan untuk mengevaluasi kebijakan dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Baca Juga:  Dinilai Memberatkan Masyarakat, Anggota DPD RI Minta Gubernur Sulteng Tinjau Kembali Pergub tentang Swab Test

Harapan terhadap Kepemimpinan yang Merangkul Semua Kalangan

Kedekatan antara Welem Sambolangi dan kalangan aktivis HMI turut memunculkan harapan agar komunikasi yang telah terbangun dapat terus dipelihara.

Para aktivis berharap, hubungan antara tokoh politik, unsur pemerintahan, dan kelompok pergerakan mahasiswa dapat menjadi ruang kolaborasi yang produktif dalam mengawal pembangunan Kabupaten Mamasa.

Sebagai pimpinan partai politik di tingkat kabupaten, Welem Sambolangi berada dalam posisi strategis untuk membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat. Karena itu, keterbukaan, kesediaan menerima kritik, serta komitmen terhadap kepentingan publik menjadi nilai penting yang diharapkan terus mewarnai dinamika politik daerah.

Pada akhirnya, kemajuan Mamasa tidak hanya bertumpu pada kebijakan dan program pembangunan, tetapi juga pada kesediaan berbagai elemen masyarakat untuk saling mendengarkan, menghargai perbedaan, dan bekerja bersama demi kepentingan bersama.